Friday, 21 March 2014

SAAT MENANTI IZRAIL

Saat Menanti Izrail
Di hujung hayat ini,
Kumenghitung langkah yang telah kulalui.
Ada wang ringgitku,
Tidak sempat kubawa ke Tanah Suci.
Ada upayaku,
Tidak sempat kudedikasi,
Untuk berbakti kepada pertiwi.
Ada kedua ibu bapaku,
Tidak sempat aku membalas budi,
Biar setitik susu,
Harganya terlalu mahal untuk kuganti.
Ada guru-guruku,
Kuhanya mampu mengirim doa,
Dari kejauhan, nama mereka seakan pudar,
Bagaimana jasa mereka harus kubalas?
Ada dosaku menggunung tinggi,
Entahkan sempat entahkan tidak,
Untuk kucuci sebelum menghadap Ilahi.
Ya ALLAH,
Demi namaMu Yang Maha Pengampun,
Kuserah jiwa ragaku ke dalam tanganMU,
Saat sakarat ini menyakiti tubuhku,
Kusembahkan doa yang paling panjang;
Yang pernah aku rintihkan sepanjang hidupku,
Mudahkan jalanku menemui maut.
Saat menanti Izrail,
Balam-balam keluarga yang hadir,
Mengajar aku melafaz syahadah dengan bibir.
13.36, 21/03/2014, Jumaat, WBM

No comments:

Post a Comment

Friday, 21 March 2014

SAAT MENANTI IZRAIL

Saat Menanti Izrail
Di hujung hayat ini,
Kumenghitung langkah yang telah kulalui.
Ada wang ringgitku,
Tidak sempat kubawa ke Tanah Suci.
Ada upayaku,
Tidak sempat kudedikasi,
Untuk berbakti kepada pertiwi.
Ada kedua ibu bapaku,
Tidak sempat aku membalas budi,
Biar setitik susu,
Harganya terlalu mahal untuk kuganti.
Ada guru-guruku,
Kuhanya mampu mengirim doa,
Dari kejauhan, nama mereka seakan pudar,
Bagaimana jasa mereka harus kubalas?
Ada dosaku menggunung tinggi,
Entahkan sempat entahkan tidak,
Untuk kucuci sebelum menghadap Ilahi.
Ya ALLAH,
Demi namaMu Yang Maha Pengampun,
Kuserah jiwa ragaku ke dalam tanganMU,
Saat sakarat ini menyakiti tubuhku,
Kusembahkan doa yang paling panjang;
Yang pernah aku rintihkan sepanjang hidupku,
Mudahkan jalanku menemui maut.
Saat menanti Izrail,
Balam-balam keluarga yang hadir,
Mengajar aku melafaz syahadah dengan bibir.
13.36, 21/03/2014, Jumaat, WBM

No comments:

Post a Comment