… that I love him! Even with
my broken heart, I will still want to love him.
Saya tak tahu, mencintai dia akan menyebabkan saya sakit
begini teruk. Bahkan kalau dibandingkan dengan manusia yang sedang bertarung
untuk hidup disebabkan kebuluran, mungkin heart break lebih menyakitkan.
Sebabnya, bila kebuluran, we fight to stay alive sedangkan heart break weakens
you to a point that you feel like you’d rather die!
Have you ever felt so alone and nothing makes sense? Well,
that’s how I feel right now. I feel like I’m facing everything myself, with
nothing but tears and fake smiles. Jangan kata saya tak cuba melupakan dia.
Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never
know.
I know I love him but I also realize sometimes love just
not enough. Or maybe, I’m the one who not good enough for him. But kak Feza
said;
“His loss then, Lia. You are meant for someone better than him. One day in future, Lia akan kenang balik what happen. Sure Lia akan kata, ‘that wasn’t so bad!’. Jauh lagi perjalanan Lia. Learn to stay afloat. Jangan sampai tenggelam dalam masalah. Kak tahu, it’s hurt.”
Saya
beritahu Kak Feza, saya tak boleh control my feeling. I keep reveal it on my
facebook statuses, my blog’s entry. But again, Kak Feza comfort me.
“You are handling it ok so far. Do something out of the ordinary for you. Pergi makan seafood di Buntal.”
Dan
ALHAMDULILLAH, saya dapat mesej dari seseorang yang mengenali insan itu.
“dan sebagai seorg kakak, akak mengerti betapa lia sedang terluka & kecewa... spt yg akak buat, berserah pada Allah lia... hanya dia yg akan menyembuhkan luka lia...
mungkin salah lia tidak berterus terang dari awal.. tp seigt akak, ada yg dah bg hint ttg merpati dua sejoli ini dalam pertengahan tahun lps, klu x silap... cuma akak yg tak ambil pusing
tak per, klu lia percaya pd akak, lia blh kongsi apa juga perasaan kecewa lia tu.. insya Allah, akak akan simpan rasa derita lia tu.. cuma bila kita berkongsi dgn seseorg, mungkin akan menjadi ringan
moga akak dpt meredakan rasa luka dan kecewa lia...”
I want
to fight for my love. I really want to tapi sungguhlah tak beretika jika kita
merampas hak orang, kan? Saya tak boleh duduk diam but in the same time, I cannot
fight for my love. It’s unethical at all! Sebab itu luka saya jadi bertambah
teruk.
Saya
teringin sekali membenci M. tapi saya tidak boleh membenci M. saya tidak boleh
membenci atau ingin membenci M. malah kalau ada orang ketiga dalam hubungan
itu, sayalah orangnya.
Saya
masih tetap seorang Lia yang tidak matang. I hate everything about her. Saya benci
USS, saya benci Eiffel Tower, saya benci bila saya sesat jalan, saya benci bila
Lions XII menang and the top of that, saya trik diri dari menyertai SNI. Tak ke
bodoh?
Saya
sakit… tapi saya berharap agar kata-kata ini ada kebenarannya;
“To have the best thing in this world, you’ve got to taste the pain first.”
Dan M, seorang wanita yang sangat baik… she deserves all the best thing in this world… termasuk dia yang
saya cintai.

No comments:
Post a Comment