Mungkin ini memang jalan takdirku Mengagumi tanpa di cintai Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia Dengan hidupmu, dengan hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu Menunggu hatimu menyambut diriku Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah Bahagia untukku, bahagia untukku
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu Meski ku tunggu hingga ujung waktuku Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja 'Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja
sebuah dedikasi untuk mereka yang memendam cinta... Dibiar sakit, Dilepas pun sakit. Saktinya kesakitan ini.
Dari cenuram gunung yang tinggi, Aku masih berpaut pada dahan berduri ini, Walau sakit, dahan ini tetap kugenggam erat Titis darah mengalir, Menghantar amaran Selama mana lagi aku mampu bertahan
Dahan berduri ini, Biar ia yang membuat luka, Ia juga yang selamatkan aku dari sengsara Di bawah sana, entah apa yang menantiku Andai dahan ini aku lepaskan, matikah aku?
Dahan berduri, Kau perantara aku dengan Tuhanku, Terima kasih! Tanpamu, dahan berduri, aku pasti terus jatuh Tapi aku tahu, Kau cuma persinggahan sementara Tuhanku pasti menghantar yang lain Untuk menyelamatkanku, Tanpa membiarkan aku terus menahan pedih luka Dan aku tidak perlu jatuh!
Dalam kesakitan menggenggam dahan berduri, Hati terus mengungkap doa; Agar Tuhan menghantar penyelamat Yang membuatkan aku berani Untuk melepaskan dahan berduri ini. p/s : Kak Eliza, be strong dan doakan semoga Lia juga turut jadi kuat. ALLAH tahu bila waktunya kita sama-sama bersedia untuk menerima jodoh yang telah dipilh olehNya.
… that I love him! Even with
my broken heart, I will still want to love him.
Saya tak tahu, mencintai dia akan menyebabkan saya sakit
begini teruk. Bahkan kalau dibandingkan dengan manusia yang sedang bertarung
untuk hidup disebabkan kebuluran, mungkin heart break lebih menyakitkan.
Sebabnya, bila kebuluran, we fight to stay alive sedangkan heart break weakens
you to a point that you feel like you’d rather die!
Have you ever felt so alone and nothing makes sense? Well,
that’s how I feel right now. I feel like I’m facing everything myself, with
nothing but tears and fake smiles. Jangan kata saya tak cuba melupakan dia.
Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never
know.
I know I love him but I also realize sometimes love just
not enough. Or maybe, I’m the one who not good enough for him. But kak Feza
said;
“His
loss then, Lia. You are meant for someone better than him. One day in future,
Lia akan kenang balik what happen. Sure Lia akan kata, ‘that wasn’t so bad!’.
Jauh lagi perjalanan Lia. Learn to stay afloat. Jangan sampai tenggelam dalam
masalah. Kak tahu, it’s hurt.”
Saya
beritahu Kak Feza, saya tak boleh control my feeling. I keep reveal it on my
facebook statuses, my blog’s entry. But again, Kak Feza comfort me.
“You
are handling it ok so far. Do something out of the ordinary for you. Pergi
makan seafood di Buntal.”
Dan
ALHAMDULILLAH, saya dapat mesej dari seseorang yang mengenali insan itu.
“dan
sebagai seorg kakak, akak mengerti betapa lia sedang terluka & kecewa...
spt yg akak buat, berserah pada Allah lia... hanya dia yg akan menyembuhkan
luka lia... mungkin
salah lia tidak berterus terang dari awal.. tp seigt akak, ada yg dah bg hint
ttg merpati dua sejoli ini dalam pertengahan tahun lps, klu x silap... cuma
akak yg tak ambil pusing tak
per, klu lia percaya pd akak, lia blh kongsi apa juga perasaan kecewa lia tu..
insya Allah, akak akan simpan rasa derita lia tu.. cuma bila kita berkongsi dgn
seseorg, mungkin akan menjadi ringan moga
akak dpt meredakan rasa luka dan kecewa lia...”
I want
to fight for my love. I really want to tapi sungguhlah tak beretika jika kita
merampas hak orang, kan? Saya tak boleh duduk diam but in the same time, I cannot
fight for my love. It’s unethical at all! Sebab itu luka saya jadi bertambah
teruk.
Saya
teringin sekali membenci M. tapi saya tidak boleh membenci M. saya tidak boleh
membenci atau ingin membenci M. malah kalau ada orang ketiga dalam hubungan
itu, sayalah orangnya.
Saya
masih tetap seorang Lia yang tidak matang. I hate everything about her. Saya benci
USS, saya benci Eiffel Tower, saya benci bila saya sesat jalan, saya benci bila
Lions XII menang and the top of that, saya trik diri dari menyertai SNI. Tak ke
bodoh?
Saya
sakit… tapi saya berharap agar kata-kata ini ada kebenarannya;
“To
have the best thing in this world, you’ve got to taste the pain first.”
Dan M, seorang wanita yang sangat baik… she deserves all the best thing in this world… termasuk dia yang
saya cintai.
Mungkin ini memang jalan takdirku Mengagumi tanpa di cintai Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia Dengan hidupmu, dengan hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu Menunggu hatimu menyambut diriku Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah Bahagia untukku, bahagia untukku
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu Meski ku tunggu hingga ujung waktuku Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja 'Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja
sebuah dedikasi untuk mereka yang memendam cinta... Dibiar sakit, Dilepas pun sakit. Saktinya kesakitan ini.
Dari cenuram gunung yang tinggi, Aku masih berpaut pada dahan berduri ini, Walau sakit, dahan ini tetap kugenggam erat Titis darah mengalir, Menghantar amaran Selama mana lagi aku mampu bertahan
Dahan berduri ini, Biar ia yang membuat luka, Ia juga yang selamatkan aku dari sengsara Di bawah sana, entah apa yang menantiku Andai dahan ini aku lepaskan, matikah aku?
Dahan berduri, Kau perantara aku dengan Tuhanku, Terima kasih! Tanpamu, dahan berduri, aku pasti terus jatuh Tapi aku tahu, Kau cuma persinggahan sementara Tuhanku pasti menghantar yang lain Untuk menyelamatkanku, Tanpa membiarkan aku terus menahan pedih luka Dan aku tidak perlu jatuh!
Dalam kesakitan menggenggam dahan berduri, Hati terus mengungkap doa; Agar Tuhan menghantar penyelamat Yang membuatkan aku berani Untuk melepaskan dahan berduri ini. p/s : Kak Eliza, be strong dan doakan semoga Lia juga turut jadi kuat. ALLAH tahu bila waktunya kita sama-sama bersedia untuk menerima jodoh yang telah dipilh olehNya.
… that I love him! Even with
my broken heart, I will still want to love him.
Saya tak tahu, mencintai dia akan menyebabkan saya sakit
begini teruk. Bahkan kalau dibandingkan dengan manusia yang sedang bertarung
untuk hidup disebabkan kebuluran, mungkin heart break lebih menyakitkan.
Sebabnya, bila kebuluran, we fight to stay alive sedangkan heart break weakens
you to a point that you feel like you’d rather die!
Have you ever felt so alone and nothing makes sense? Well,
that’s how I feel right now. I feel like I’m facing everything myself, with
nothing but tears and fake smiles. Jangan kata saya tak cuba melupakan dia.
Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never
know.
I know I love him but I also realize sometimes love just
not enough. Or maybe, I’m the one who not good enough for him. But kak Feza
said;
“His
loss then, Lia. You are meant for someone better than him. One day in future,
Lia akan kenang balik what happen. Sure Lia akan kata, ‘that wasn’t so bad!’.
Jauh lagi perjalanan Lia. Learn to stay afloat. Jangan sampai tenggelam dalam
masalah. Kak tahu, it’s hurt.”
Saya
beritahu Kak Feza, saya tak boleh control my feeling. I keep reveal it on my
facebook statuses, my blog’s entry. But again, Kak Feza comfort me.
“You
are handling it ok so far. Do something out of the ordinary for you. Pergi
makan seafood di Buntal.”
Dan
ALHAMDULILLAH, saya dapat mesej dari seseorang yang mengenali insan itu.
“dan
sebagai seorg kakak, akak mengerti betapa lia sedang terluka & kecewa...
spt yg akak buat, berserah pada Allah lia... hanya dia yg akan menyembuhkan
luka lia... mungkin
salah lia tidak berterus terang dari awal.. tp seigt akak, ada yg dah bg hint
ttg merpati dua sejoli ini dalam pertengahan tahun lps, klu x silap... cuma
akak yg tak ambil pusing tak
per, klu lia percaya pd akak, lia blh kongsi apa juga perasaan kecewa lia tu..
insya Allah, akak akan simpan rasa derita lia tu.. cuma bila kita berkongsi dgn
seseorg, mungkin akan menjadi ringan moga
akak dpt meredakan rasa luka dan kecewa lia...”
I want
to fight for my love. I really want to tapi sungguhlah tak beretika jika kita
merampas hak orang, kan? Saya tak boleh duduk diam but in the same time, I cannot
fight for my love. It’s unethical at all! Sebab itu luka saya jadi bertambah
teruk.
Saya
teringin sekali membenci M. tapi saya tidak boleh membenci M. saya tidak boleh
membenci atau ingin membenci M. malah kalau ada orang ketiga dalam hubungan
itu, sayalah orangnya.
Saya
masih tetap seorang Lia yang tidak matang. I hate everything about her. Saya benci
USS, saya benci Eiffel Tower, saya benci bila saya sesat jalan, saya benci bila
Lions XII menang and the top of that, saya trik diri dari menyertai SNI. Tak ke
bodoh?
Saya
sakit… tapi saya berharap agar kata-kata ini ada kebenarannya;
“To
have the best thing in this world, you’ve got to taste the pain first.”
Dan M, seorang wanita yang sangat baik… she deserves all the best thing in this world… termasuk dia yang
saya cintai.